alangkah indah jika diri mampu mengisi setiap hembusan nafas dengan bertasbih..

Monday, July 30, 2007

Menampilkan Iklan di Website Anda

Sebagai publisher yang ingin mendapatkan keuntungan dengan menampilkan iklan di website, anda diharuskan menampilkan iklan entah itu dari adsense, bidvertiser, amazon, atau afiliasi yang lainnya.

Biasanya anda akan diberikan kode-kode html/script untuk ditaruh di website anda. Secara langsung anda memang bisa langsung copy paste, tetapi script yang saya buat ini akan memberikan lebih banyak pilihan kepada anda.

Script ini dibuat dengan bahasa php versi 4.4.7 (dan mungkin saja bisa digunakan di versi yang lain).

Karena menampilkan listing script di blog ini terlalu ribet, silahkan download saja langsung di sini. Simpan file tersebut dengan ekstensi .php


Konfigurasi Script



Ekstensi default untuk file yang berisi iklan :
// default extension for file contains ads
$defaultExtension = "html";


Nama File default (tanpa ekstensi) :
// default file name without extension
$defaultFileName = "index";


Awalan nama file yang berisi iklan :
// default file prefix
$defaultFilePrefix = "iklan_";


Awalan direktori yang berisi file-file iklan :
// default dir prefix
$defaultDirPrefix = "kategori_";


Kode request pada url untuk direktori yang diinginkan :
// request var name for directory / group
$rdir = "cat";


Kode request pada url untuk menunjuk ke iklan tertentu :
// request var name for file / specific ads
$rfile = "item";


Kode request pada url untuk mengacak iklan :
// request var name to randomize ads
$rrand = "rand";


Kode request pada url untuk menentukan tipe output :
// request var name for output type
$rtype = "type";

Default untuk type apabila tidak dicantumkan adalah html


Penjelasan



Root --> adscript.php
     --> iklan_index.html
     --> kategori_vertical
         --> iklan_index.html
         --> iklan_alternatif1.html
         --> iklan_alternatif2.html
     --> kategori_header
         --> iklan_index.html
         --> iklan_alternatif1.html
         --> iklan_alternatif2.html


Contoh Penggunaan :

http://www.website.com/adscript.php
yang akan tampil adalah iklan_index.html pada root script anda.

http://www.website.com/adscript.php?cat=header
yang akan tampil adalah iklan_index.html pada direktori kategori_header

http://www.website.com/adscript.php?cat=vertical&rand=yes
yang akan tampil adalah salah satu file secara acak pada direktori kategori_vertical

http://www.website.com/adscript.php?cat=header&item=alternatif2
yang akan tampil adalah iklan_alternatif2.html pada direktori kategori_header

http://www.website.com/adscript.php?cat=header&item=alte&rand=yes
yang akan tampil adalah salah satu file dari iklan_alternatif1.html atau iklan_alternatif2.html pada direktori kategori_header

Tipe output dari semua contoh di atas adalah html. Apabila Anda ingin menampilkan dalam bentuk javascript anda cukup menambahkan &type=js pada url. Contoh :
<script type="text/javascript"
 src="http://www.website.com/adscript.php?cat=vertical&rand=yes&type=js>
</script>



Tips untuk adsense



Anda bisa menambahkan alternate url apabila tidak ada adsense yang cocok :
google_alternate_ad_url = "http://www.website.com/adscript.php?cat=vertical&item=alternatif1";

Dengan begitu iklan anda tidak akan kosong.

Friday, July 27, 2007

Ibnu Qayyim Al Jauzi

Ibnul Qayyim adalah tokoh pentahkik, al hafidh, pakar usul, fiqih, Nahwu, memiliki hati yang bersemangat tinggi, pakar penulis yang memiliki buah karya banyak. Dia terkenal dengan Syamsuddin (Matahari agama), dijuluki Abu Abdillah, bernama Muhammad bin Abu Bakar bin Ayyub bin Sa'ad bin Huraiz Azzar'i Addimasyqi, Populer dengan julukan Ibnul Qayyim Al Jauzi. Al Jauziyah adalah nama sebuah sekolah yang dibangun oleh Yusuf bin Abdurrahman bin Ali Al Jauzi yang wafat pada tahun 656 H.

Ibnul Qayyim dilahirkan dalam rumah yang mendambakan ilmu pengetahuan dan kemuliaan pada tanggal 7 Shofar tahun 691 H di suatu desa Zar'in termasuk wilayah Hauran sekitar 55 mil dari Damaskus sebelah timurnya. Lantas beliau pindah ke Damaskus (ibu kota Suria), lalu berguru kepada beberapa ulama dan belajar ilmu fara idl dari ayahnya yang menjadi pakarnya. Al Hafidh Ibnu Hajar dalam kitab Addurarul Kaminah 1/472 menyatakan bahwa beliau ahli ibadah, zuhud, wafat pada tahun 723 H.

Ibnul Qayyim belajar ilmu hadits dari Assyihab Annabulsi, Qadli Taqiyyudin bin Sulaiman, Abu Bakar bin Abdul Da'im Isa bin Al Muth'im, Ismail bin Maktum, Fathimah bin Jauhar dan lain-lain. Beliau belajar bahasa arab dari Ibnu Abul Fath Al Ba'li, lalu belajar kitab Al Mulakkhos karya Abul Baqa', Al Jurjaniyah, Al Fiyah Ibnu Malik, Al Kafiyah Assyafiyah, dan At-tashil, lalu belajar kitab Al Muqarrab pada syekh Majdud din Attunisi karya Ibnu Usfur.

Beliau belajar ilmu usul, dan fiqih kepada Syekh Shofiyuddin Al Hindi, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, Syekh Isma'il bin Muhammad Al Harrani, lalu belajar Arraudloh dari karya Ibnu Qudamah Al Maqdasi, Al Ihkam karya Al Aamidi, Al Muhasshol, Al Mahshul, Al Arba'in karya Arrazi, Al Muharrar oleh Ibnu Taimiyah.

Beliau tekun dalam belajar kepada Ibnu Taimiyah sejak kembali dari Mesir tahun 721 H sampai Ibnu Taimiyah meninggal dunia pada tahun 728 H. Saat itu, beliau masih muda, memiliki kekuatan yang optimal, kecerikan yang sempurna, lalu beliau bisa mengambil dari ilmunya yang luas danmengikuti beberapa ijitahdnya yang matang dan lurus. Beliau sangat sayang kepada gurunya hingga beliau mengambil kebanyakan ijtihadnya, membelanya, dan mengembangkan dalil atas kebenaran yang disampaikan, melemahkan pendapat yang bertentangan dengannya. Beliau sosok yang meringkas kitab-kitab gurunya dan memperluas penyebarannya.

Paling penting beliau juga bisa mengikuti dakwah gurunya Ibnu Taimiyah untuk berpegang teguh kepada kitabullah dan sunnah rasul yang sahih, lalu dipahami sebaigamana pemahaman ulama saleh dan meninggalkan apa yang bersebrangan dengannya, lalu menegakkan beberapa ajaran agama yang telah terpendam dan membersihkan bid'ah yang telah dilakukan kaum muslimin di masa kebekuan, taklid buta dan kemunduran, lalu mengingatkan mereka terhadap beberapa hurafat ahli tasawwuf, mantiq yunani dan kezuhudan penduduk Hindia.

Seorang pembaca akan mengetahui sejauh mana pengaruh gurunya Ibnu Taimiyah kepada Ibnul Qayyim dalam beberapa karangannya yang beraneka ragam yang memberikan ruang untuk penjelasan keharusan berpegangan kepada kitabullah, mempelajari, memahami, dan menjalankan nilai hadits sahih, menghormatinya dan menjelaskan makna yang terkandung di dalamnya.

Beliau juga aktif dalam menjelaskan rambu-rambu jalan yang lurus yang mengarah kepada ilmu yang benar dan bersih dari campuran kebekuan berpikir dan taklid. Beliau tergolong ulama ahli pikir reformis yang bisa memberi penerangan kepada ulama seperiode dengannya, lalu menerangi hati mereka.

Dalam banyak karangan beliau selalu menjelaskan ciri ahlus sunnah wal jama'ah, menerangkan jalan lurus, jalan tengah antara orang yang mengeraskan agama dan yang meremehkannya terutama tentang sifat-sifat Allah, hak para nabi, perkara halal dan haram, penciptaan, perintah, janji, ancaman, dan bertindak sederhana tentang sunnah Rasul dan mengikutinya dengan sungguh sekalipun banyak kelompok yang menjerumuskannya dari jalan yang benar.

Beliau selalu menelusuri jalan Syekh Ibnu Taimiyah dalam meletakkan dasar global sebagai timbangan yang tepat untuk menimbang apa yang telah terjadi, akan terjadi, baik pendapat, idiologi dan pemikiran. Timbangan tersebut berupa kaidah yaitu : Mencari apa yang diturunkan oleh Allah berupa Al Qur'an dan hikmah dan mengetahui apa yang dikehendaki lafadz Al Qur'an dan hadits sebagaimana apa yang telah dilakukan oleh para sahabat dan pengikut mereka yang setia. Setelah mengetahui keterangan Rasul, lalu meninjau kembali pendapat ulama dan apa yang mereka kehendaki lalu dicocokkan denga kitab dan hadits agar bisa dideteksi mana yang telah menyimpang dengan kedua pusaka itu dan mana yang menepatinya. Akal yang selalu cocok dengan Rasul dan timbangan yang tepat adalah Al Qur'an.

Menurut beliau jalan yang lurus adalah jalan Allah yang direntangkan kepada hamba-hamba-Nya melalui lidah para Rasul dan dijadikan sebagai tangga untuk mendekat kepada-Nya, bertauhid pada-Nya dalam beribadah, dan memfokuskan ketaatan kepada Rasul. Dalam beribadah beliau tidak syirik, dan dalam taat hanya kepada Rasul. Inilah kandungan pengertian dua kalimat syahadat.

Beliau selalu memerangi taklid tanpa gusar atau putus asa dan mewajibkan berijtihad bagi orang yang mampu yang telah dewasa. Beliau berpendapat bahwa taklid yang dilarang adalah :
  1. Taklid kepada orang yang tidak layak untuk dipegang perkataannya.
  2. Taklid setelah mengambil dalil bahwa perkataan orang yang diikuti keliru


Hal ini telah disekapati oleh seluruh ulama salaf untuk diharamkan atau dihina, dicela. Sedang taklid seseorang yang berupaya untuk mengetahui apa yang diturunkan oleh Allah, lantas sebagiannya masih tidak diketahui, lalu mengikuti kepada orang yang lebih tahu, ia termasuk terpuji.


Pendapat beliau tentang sifat-sifat Allah



Beriman kepada sifat yang telah diterangkan oleh Allah tentang diri-Nya dan apa yang telah diterangkan oleh Rasul-Nya, lalu dipahami secara harfiah pengertian Al Qur'an atau hadits tanpa perobahan, atau bagaimana Allah diumpamakan dengan sesuatu dari makhluk-Nya. Sesungguhnya Allah lebih mengetahui tantang diri-Nya daripada makhluk-Nya begitu juga Rasul-Nya. Bila terdapat nas dari Al Qur'an atau hadits untuk menetapkan suatu sifat atau meniadakannya maka bagi seseorang tidak diperkenankan untuk berpindah kepada lainnya baik kepada Qiyas atau pendapat. Berbicara tentang sifat Allah adalah cabang dari pembicaraan tentang dzat-Nya.

Pendapat sedemikian ini didukung oleh Imam Al Khotthobi dan ulama salaf yang lain, ia juga pendapat terakhir Abul Ma'ali Al Juwaini guru Syekh Imam Ghozali. Dalam kitab Annidlomiyah 23-23 diterangkan bahwa menta'wil sifat khobari Allah dilarang. Beliau menyebutkan bahwa hal itu telah menjadi ijma' ulama salaf. Seandainya ta'wil diperkenankan maka mereka lebih memperhatikan kepadanya daripada lainnya.

Imam Ibnul Qayyim Al Jauzi berpendapat sebagaimana pendapat ulama ahlus sunnah wal jama'ah bahwa orang-orang muslim yangg fasik memiliki sebagian iman dan asalnya. Mereka tidak memiliki seluruh keimanan yang mengharuskan mereka untuk masuk ke surga. Mereka juga tidak kekal di neraka. Bahkan orang yang memiliki iman seberat biji sawi juga dikeluarkan daripadanya. Rasul juga menyimpan safa'at untuk umatnya yang menjalankan dosa besar.

Beliau berpendapat bahwa kejelekan tidak terdapat dalam sifat Allah atau perbuatan-Nya, begitu juga dzat-Nya. Apa yang dilakukan oleh Allah untuk menghukum sebagian hamba dan menyiksa-Nya semata keadilan-Nya.

Beliau juga menyayangkan beberapa masalah ahli tasawwuf yang bertentangan dengan syariat seperti pendapat manunggaling gusti, syariat tidak boleh dijalankan, perbedaan syariat dan hakikat, beribadah dengan hal yang tidak diizinkan Allah, berhukum kepada perasaan, menyisihkan ilmu dan mengurangi kepentingannya, bertawakal yang keterlaluan, uzlah dan tidak mau kawin.

Beliau juga berpendapat bahwa akad itu tergantung dari maksud dan hakikatnya tidak sekedar perkataan atau perbuatan. Tujuan inilah yang menjadi inti akad, sebab sah atau tidaknya. Tujuan dianggap masalah penting dalam akad daripada perkataan. Banyak juga dalil syara' yang menyatakan bahwa tujuan harus dihormati dalam akad, ia berpengaruh terhadap halal atau haramnya akad tersebut. Dua orang yang melakukan akad bila menyatakan sesuatu yang tidak sesuai dengan hatinya, maka yang dianggap adalah apa yang di dalam hatinya.

Beliau berpendapat bahwa perubahan fatwa disesuaikan dengan keadaan, zaman dan tempat, niat dan bahaya dan manfaatnya. Beliau berkata : Sesungguhnya bodoh tentang hal itu adalah kesalahan besar yang bisa menimbulkan masalah dan penderitaan. Sesungguhnya syariat selalu berlandaskan kepada beberapa hikmah dan kemaslahatan baik untuk kehidupan dunia atau akhirat. Seluruhnya bersifat adil, belas kasih, maslahat dan hikmah. Beliau juga menyebutkan beberap misal tentang hal itu.

Beliau berpendapat bahwa dua orang yang mengadakan akad bebas untuk memberikan syarat yang dikehendaki asal tidak bertentangan dengan hukum Allah. Akad sah atau tidak, tergantung beberapa syarat. Ia merupakan hal yang dibutuhkan begitu juga kemaslahatan. Beliau berpendapat berhelah kepada pengertian umum syariat adalah tidak dibenarkan. Beliau telah menyampaikan beberapa dalil untuk membatalkan hukum helah ini. Dan beliaumenolak segala hujjah orang yang memperbolehkannya. Dalam hal ini beliau berlandaskan dengan beberapa ayat Al Qur'an, hadits Nabi, dan perkataan para imam atau sahabat.

Beliau berpendapat wajib mendahulukan hak orang yang dihutangi dan pihak penghutang bila hartanya diperkirakan habis untuk membayar hutangnya tidak sah pemberiannya. Bola pihak penghutang mentassarufkan harta dengan cara seperti itu, maka bagi hakim diperbolehkan untuk membatalkan tindakan pihak penghutang itu.


Murid-muridnya



  1. Al Hafish Abul Faraj, Abdurrahman bin Ahmad bin Rajab Al Hambali, seorang ulama yang zuhud, tokoh kepercayaan, penulis handal dalam bidang hadits, fiqih dan sejarah. Beliau aktif mengikuti ajaran Ibnul Qayyim sampai meninggal dunia.

  2. Ibnu Katsir Al Basri Addimasyqi terkenal ahli hadits dan memiliki karangan banyak. Paling besar adalah Bidayah Wannihayah. Dalam mu'jam Addzahabi beliau adalah mufti yang alim, pakar fiqih, pentafsir, meninggal dunia pada tahun 774 H.

  3. Ibnu Qudamah Al Maqdasi, penyusun kitab Al Mughni. Beliau terkenal pakar hadits, baik perawi ataupun illat hadits. Beliau juga mufti. Imam Dzahabi berkata : "Setiap aku berkumpul dengannya, aku selalu mengambil manfaat daripadanya". Beliau wafat pada tahun 744 H.

  4. Syekh Muhammad bin Abdul Qadir bin Muhyiidin Annabulsi Al Hambali. Beliau dilahirkan di Nabuls, berguru kepada Syekh Abdullah bin Muhammad bin Yusuf, lalu pergi ke Damaskus dan belajar kepada Ibnul Wayyim. Beliau disebut benteng karena banyak ilmunya. Wafat pada tahun 767 H.

  5. Ibrahim, putra Ibnul Qayyim Al Jauzi. Imam Dzahabi menjelaskan dalam kitab mu'jamnya : Ibrahim telah belajar kepada ayahnya, lalu pandai dalam bahasa arab. Ibnu Katsir berkata : Dia figur utama dalam bidang nahwu, dan fiqih menurut jalan ayahnya, wafat pada tahun 767 H.

  6. Anaknya yang bernama Abdullah, julukannya Syarafuddin. Beliau belajar di Shodriyah - sekolah ayahnya, lalu menyusun buku tentang keutamaan ilmu dan pelajar.



Pujian ulama



Setiap ilmuwan yang menjelaskan tentang biografi Ibnul Jauzi selalu menyatakan keutamaan dan kemuliaannya, luas ilmunya tinggi derajatnya.

Al Hafidh Ibnu Rajab berkata : "Ibnul Qayyim seorang pakar tafsir yang sulit ditandingi, pakar usuliddin, sulit didapat duanya, pakar hadits, paham makna dan fiqihnya serta makna yang jeli di dalamnya, pakar fiqih, usul fiqih, pakar bahasa, ilmu kalam, dan perkataan ahli tasawwuf, isyarat dan makna yang jeli dari mereka. Beliau ahli ibadah, selalu bertahajud di malam hari, panjang dalam melaksanakan shalat, selalu berdzikir, cinta mendekat dan butuh kepada Allah, tekun dalam beribadah, tunduk merunduk kepada-Nya. Aku belum menjumpai orang yang sama dengannya, aku tidak menjumpai orang yang memiliki ilmu yang lebih luas daripadanya, atau lebih mengerti tentang makna Al Qur'an."

Al Hafidh Adzzahabi berkata : "Beliau sangat antusias mempelajari hadits, matan dan rijalnya, lalu belajar ilmu fiqih, nahwu, usul fiqih, dan menjadi pakarnya, lalu bersungguh-sungguh dalam menyebarluaskan ilmu."

Ibnu Katsir berkata : "Beliau pakar dalam banyak bidang ilmu lebih lebih dalam tafsir dan hadits. Ketika Ibnu Taimiyah kembali dari Mesir pada tahun 712 H, maka beliau ikut belajar di sisinya sampai Ibnu Taimiyah meninggal dunia. Beliau bisa mengambil banyak ilmu disamping ilmu yang telah dicapainya, jadi beliau termasuk figur yang unik dalam berbagai bidang disamping setiap siang malam selalu menuntut ilmu, dan banyak berdzikir. Beliau juga baik dalam tilawatil Qur'an, berakhlak mulia, suka bergaul dengan teman, dan kasih kepada mereka, tidak pernah hasud kepada seseorang dan tidak pula menyakiti, tidak dengki, dan aku belum mengetahui seorang alim di masa kita ini yang melebihinya."

Ibnu Nasir Addimasqi berkata : Muhammad bin Al Muhib berkata dengan tulisan tangannya : aku berkata di muka guruku Al Mizzi : Ibnul Qayyim sederajat dengan Ibnu Huzaimah ? Beliau menjawab : "Dia pada saat ini sepertu Ibnu Huzaimah di masanya."

Al Qadli Burhanuddin Azzar'i berkata : "Di bawah kolong langit ini tidak dijumpai seseorang yang luas ilmunya seperti Ibnul Qayyim. Beliau belajar di Shodriyah, sangat cinta kepada ilmu, membaca kitab-kitab, mengarang, dan suka menyimpan buku dan jarang perpustakaan buku yang lebih besar dari pada perpustakaannya."

Al hafidh Ibnu hajar berkata : "Beliau sangat berani, memiliki ilmu yang luas, pandai masalah hilaf dan madzhab kaum salaf."

Pengarang kitab Nailul Atthor berkata : "Beliau terkendali dengan dalil-dalil yang sahih, sangat antusias menjalankannya dan tidak berpegangan kepada pendapat, selalu menegakkan kebenaran dan tidak berpihak kepada seseorang."


Buku Karyanya



Beliau mengarang banyak buku sampai lebih dari 60(enam puluh) buah buku dalam berbagai bidang ilmu, ada yang sampai beberapa jilid dan ada yang cukup satu jilid. Seluruhnya baik dan berguna. Kitab-kitab beliau diantaranya :
  1. I'lamul Mauqi Ain An Rabbil Alamin.
  2. Atthuruq Al Hukmiyah Fis Siyasah Assyariyah.
  3. Ighotasul Lahfan Fii Ma Kayidis Syaithon.
  4. Tuhfatul Maudud Fii Ahkamil Maulud.
  5. Ahkamu Ahlid Dzimmah.
  6. Al Furusiyah.
  7. Tahdzib Sunan Abu Dawud.
  8. Zadul Ma'ad.
  9. Ijtima Ul Juyus Al Islamiyah Alaa Ghozwil Mu Atthilah Wal Jahmiyah.
  10. Asshowa Iq Al Mursalah Alal Jahmiyah Wal Mu Atthilah.
  11. Syifa Ul Alil Fii Masa Ilil Qadlo' Wal Qadar.
  12. Hidayatul Hayara Minal Yahud Wannashoro.
  13. Hadil Arwah Illa Biladil Afrah.
  14. Kitabur Roh.
  15. Mada Rijus Salikin.
  16. Uddatus Shobirin Wadzakhiratus Syakirin.
  17. Adda' Waddawa'.
  18. Al Wabilus Shoyyib Minal Kalimit Thoyyib.
  19. Attibyan Fii Aqsamil Qur'an.
  20. Bada 'Iul Fawa'id.
  21. Al Fawa'id.
  22. Jala'ul Afham Fis Shalat Ala Khoiril Anam.
  23. Raudlotul Muhibbin.
  24. Thoriqul Hijratin Wababus Sa Adatain.
  25. Miftahu Daris Sa'adah.



Wafat



Beliau wafat pada malam Kamis di saat Isya' pada tanggal 23 Rajab 751 H. Besok paginya dishalati di Masjid Jami' Damaskus, lalu di Masjid Jami' Al Jarrah dekat dengan makamnya. Makamnya terkenal hingga sekarang. Ia di kiri orang yang masuk ke makam di pintu baru yang telah diperluas sejak dua puluh tahun.

Monday, July 23, 2007

Menampilkan Status Online Yahoo Messenger di Address Bar dan Tab Browser

Seperti Anda lihat di website ini, anda bisa menggantikan favicon yang ada dengan status online YM Anda.

Caranya cukup tambahkan tag meta di header :

<link href='http://opi.yahoo.com/online?u=didigemblung' rel='shortcut icon'/>
<link href='http://opi.yahoo.com/online?u=didigemblung' rel='icon'/>


Dan di address bar dan tab browser Anda akan tampil gambar :



Dengan demikian pengunjung Anda dapat mengetahui apakah Anda online atau tidak hanya melalui Address Bar & tab browser.

Cara Mengetahui Posting Forum Terbaru di Blogspot Anda

Saya terdaftar sebagai anggota di suatu forum yang menyediakan hosting gratis. Dan untuk mempertahankan account hosting, saya diharuskan posting komentar atau topik baru dalam jumlah tertentu.

Untuk membantu mengetahui apa saja posting terbaru sehingga nantinya saya bisa memberikan tanggapan dan komentar, saya menaruh RSS dari forum tersebut di blogspot saya. Untuk contohnya ada di sebelah kiri bawah : "ej.am forums".

Caranya adalah sebagai berikut :
1. di menu Template - Page Element, pilih "Add a Page Element"


2. Kemudian akan muncul window baru "Choose a New Page Element", Pilih "Feed"


3. Kemudian masukkan url dari RSS forum yang Anda ikuti dan click continue.


4. Apabila url yang Anda masukkan benar, Anda akan diberikan pilihan untuk menentukan judul, jumlah item yang akan ditampilkan, tampilan tanggal, tampilan pengarang. Pilih "Save Changes" setelah konfigurasi selesai.

Coba refresh website blogspot Anda apakah sudah tampil.


Dengan demikian Anda dan pengunjung bisa tetap mengikuti perkembangan forum langsung dari website Anda.

Sunday, July 22, 2007

Seandainya....

Rasulullah SAW bersabda:

"Kalau engkau tertimpa musibah, janganlah engkau mengatakan: "Kalau tadi aku lakukan begini, tentu jadinya akan begini dan begini..". Tapi katakanlah: "Sudah takdir Allah, Allah melakukan apa saja yang Dia kehendaki. Karena kata "seandainya," itu membuka pintu amalan syetan (yakni akan membuka pintu kesedihan dan kekecewaan. Yang demikian itu hanya berbahaya dan tidak bermanfaat. Tapi ketahuilah, bahwa apa saja yang menimpamu tidak akan pernah meleset.


Setiap kali saya menggunakan kata "seandainya.." saya sering diingatkan oleh teman-teman yang mengacu pada hadits di atas agar tidak menggunakan kata tersebut. Saya kadang jadi jengkel dengan peringatan tersebut. Hadits di atas 100% benar. Dan peringatan yang disampaikan ke saya juga tidak salah. Lalu apa yang salah di sini ? Apa yang membuat saya mangkel ?

Jika memang kata "seandainya" benar-benar dilarang, berarti Al Qur'an dan Hadits juga salah dong karena Al Qur'an dan Hadits juga banyak menggunakan kata-kata tersebut. Saya rasa teman-teman saya tidak membaca hadits tersebut secara lengkap atau tidak mengkaji hadits tersebut dari makna bahasa dan kegunaannya.

Menurut hadits di atas, "seandainya" yang dilarang adalah apabila digunakan dalam rangka penyesalan akan suatu musibah yang pada akhirnya akan membawa seseorang ke dalam kekecewaan dan kesedihan.

Kata "seandainya" mempunyai persamaan kata (yang berbeda-beda penggunaannya) "jika", "kalau", "apabila", "sekiranya", "semisal", "misalnya", dan mungkin saja ada kata-kata lain lagi yang saya belum menemukan kesamaannya.

Jadi sebenarnya hukum penggunaan kata-kata tersebut di atas sama saja dengan hukum penggunaan kata "seandainya". Tapi tunggu dulu... saya tidak ingin terjebak dengan kata-kata. Yang harus dipahami adalah makna dari kata-kata yang terucap. Dan ijinkan saya untuk meralat apa yang saya pahami tentang hadits di atas :

Menurut hadits di atas, ucapan yang dilarang adalah ucapan yang muncul dari penyesalan akan suatu musibah yang pada akhirnya akan membawa seseorang ke dalam kekecewaan dan kesedihan.

Friday, July 20, 2007

Ten PHP Gotchas

I guarantee that you will do all the things that I mention in this article. It’s not possible to write programs without making these mistakes. The trick is to find out how to recognize them, roll your eyes, say, “Not again,” and then correct your mistakes. One error message that you will see many times is :

Parse error: parse error in c:\test.php on line 7

This is PHP’s way of saying, “Huh?” It means it doesn’t understand something. This message helpfully points to the file and the line number where PHP got confused. Sometimes it points directly at the error, but sometimes PHP’s confusion results from an error earlier in the program.

Missing Semicolons
Not Enough Equal Signs
Misspelled Variable Names
Missing Dollar Signs
Troubling Quotes
Invisible Output
Numbered Arrays
Including PHP Statements
Missing Mates
Confusing Parentheses and Brackets

1. Missing Semicolons Top

Every PHP statement ends with a semicolon (;). PHP doesn’t stop reading a statement until it reaches a semicolon. If you leave out the semicolon at the end of a line, PHP continues reading the statement on the following line. For instance, consider the following statement:

$test = 1
echo $test;


The statement doesn’t make sense to PHP when it reads the two lines as one statement, so it complains with an error message, such as the annoying :

Parse error: parse error in c:\test.php on line 2

Before you know it, you’ll be writing your home address with semicolons at the end of each line.


2. Not Enough Equal Signs Top

When you ask whether two values are equal in a comparison statement, you need two equal signs (==). Using one equal sign is a common mistake. It’s perfectly reasonable because you have been using one equal sign to mean equal since the first grade, when you discovered that 2 + 2 = 4. This is a difficult mistake to recognize because it doesn’t cause an error message.

It just makes your program do odd things, like infinite loops. I’m continually amazed at how long I can stare at the following and not see why it’s looping endlessly:


$test = 0;
while ( $test = 0 )
{
  $test++;
}



3. Misspelled Variable Names Top

An incorrectly spelled variable name is another PHP gotcha that doesn’t result in an error message, just odd program behavior. If you misspell a variable name, PHP considers it a new variable and does what you ask it to do. Here’s another clever way to write an infinite loop:


$test = 0;
while ( $test == 0 )
{
  $Test++;
}


To PHP, $test is not the same variable as $Test.


4. Missing Dollar Signs Top

A missing dollar sign in a variable name is hard to see, but at least it most likely results in an error message telling you where to look for the problem. It usually results in the old familiar parse error:

Parse error: parse error in test.php on line 7


5. Troubling Quotes Top

You can have too many, too few, or the wrong kind of quotes. You have too many when you put quotes inside of quotes, such as:

$test = “<table width=”100%”>”;

PHP sees the second double quote (“) — before 100 — as the ending double quote (“) and reads the 1 as an instruction, which makes no sense. VoilĂ !
Another parse error. The line must be either:

$test = “<table width=’100%’>”;

or

$test = “<table width=\”100%\”>”;

You have too few quotes when you forget to end a quoted string, such as

$test = “<table width=’100%’>;

PHP will continue reading the lines as part of the quoted string until it encounters another double quote (“), which might not occur for several lines. This is one occasion when the parse error pointing to where PHP got confused is not pointing to the actual error. The error occurred some lines previously, when you forgot to end the string.

You have the wrong kind of quotes when you use a single quote (‘) when you meant a double quote (“) or vice versa. The difference between single and double quotes is sometimes important, as I explain in Chapter 6.


6. Invisible Output Top

Some statements, such as the header statement, must execute before the program produces any output. If you try to use such statements after sending output, they fail. The following statements will fail because the header message isn’t the first output:


<html>
<?php
header(“Location: http://company.com”);
?>


<html> is not in a PHP section and is therefore sent as HTML output.

The following statements will work:


<?php
header(“Location: http://company.com”);
?>
<html>


The following statements will fail:


 <?php
header(“Location: http://company.com”);
?>
<html>


because there’s one single blank space before the opening PHP tag. The blank space is output to the browser, although the resulting Web page looks empty. Therefore, the header statement fails because there is output before it. This is a common mistake and difficult to spot.


7. Numbered Arrays Top

In PHP, the first value in an array is numbered zero (0). Of course, humans tend to believe that lists start with the number one (1). This fundamentally different way of viewing lists results in us humans believing an array isn’t working correctly when it’s working just fine. For instance, consider the following statements:


$test = 1;
while ( $test <= 3 )
{
  $array[] = $test;
  $test++;
}
echo $array[3];


Nothing is displayed by these statements. I leap to the conclusion that there’s something wrong with my loop. Actually, it’s fine. It just results in the following array:


$array[0]=1
$array[1]=2
$array[2]=3


and doesn’t set anything into $array[3].


8. Including PHP Statements Top

When a file is read in using an include statement in a PHP section, it seems reasonable to me that the statements in the file will be treated as PHP statements. After all, PHP adds the statements to the program at the point where I include them. However, PHP doesn’t see it my way. If a file named file1.inc contains the following statements:


if ( $test == 1 )
  echo “Hi”;


and I read it in with the following statements in my main program:


<?php
$test = 1;
include (“file1.inc”);
?>


I expect the word Hi to appear on the Web page. However, the Web page displays this:

if ( $test == 1 ) echo “Hi”;

Clearly, the file that is included is seen as HTML. To send Hi to the Web page,
file1.inc needs to contain the following statements:


<?php
if ( $test == 1 )
  echo “Hi”;
?>



9. Missing Mates Top

Parentheses and curly brackets come in pairs and must be used that way. Opening with a ( that has no closing ) or a { without a } will result in an error message. One of my favorites is using one closing parenthesis where two are needed, as in the following statement:

if ( isset($test)

This statement needs a closing parenthesis at the end. It’s much more difficult to spot that one of your blocks didn’t get closed when you have blocks inside blocks inside blocks. For instance, consider the following:


while ( $test < 3 )
{
  if ( $test2 != “yes” )
  {
    if ( $test3 > 4 )
    {
      echo “go”;
    }
  }


You can see there are three opening curly brackets and only two closing ones. Imagine that 100 lines of code are inside these blocks. It can be difficult to spot the problem — especially if you think the last closing bracket is closing the while loop, but PHP sees it as closing the if loop for $test2. Somewhere later in your program, PHP might be using a closing bracket to close the while loop that you aren’t even looking at. It can be difficult to trace the problem in a large program.
Indenting blocks makes it easier to see where closing brackets belong. Also, I often use comments to keep track of where I am, such as:


while ( $test < 3 )
{
  if ( $test2 != “yes” )
  {
    if ( $test3 > 4 )
    {
      echo “go”;
    } // closing if block for $test3
  } // closing if block for $test2
} // closing while block



10. Confusing Parentheses and Brackets Top

I’m not sure whether mistaking parentheses for brackets and vice versa is a problem for everyone or just for me because I refuse to admit that I can’t see as well as I used to. Although PHP has no trouble distinguishing between parentheses and curly brackets, my eyes are not so reliable. Especially while staring at a computer screen at the end of a ten-hour programming marathon, I can
easily confuse ( and {. Using the wrong one gets you a parse error message.

Ten Things You Might Want to Do Using PHP Functions

One of the strongest aspects of PHP is its many built-in functions. I list the PHP functions that I use most often :
Communicate with MySQL
Send E-Mail
Use PHP Sessions
Stop Your Program
Handle Arrays
Check for Variables
Format Values
Compare Strings to Patterns
Find Out about Strings
Change the Case of Strings


1. Communicate with MySQL Top

PHP has many functions designed specifically for interacting with MySQL.


mysqli_connect();mysqli_fetch_assoc()
mysqli_num_rows(); mysqli_query()


The following functions could be useful, but I either don’t discuss them or discuss them only briefly:


  • mysqli_insert_id($cxn) : For use with an AUTO-INCREMENT MySQL column. This function gets the last number inserted into the column.

  • mysqli_select_db($cxn,$database) : Selects a database. The currently selected database is changed to the specified database. All succeeding queries are executed on the selected database.

  • mysqli_fetch_row($result) : Gets one row from the temporary results location. The row is put into an array with numbers as the keys.

  • mysqli_affected_rows($result) : Returns the number of rows that were affected by a query — for instance, the number of rows deleted or updated.

  • mysqli_num_fields($result) : Returns the number of fields in a result.

  • mysqli_field_name($result, N) : Returns the name of the row indicated by N. For instance, mysqli_field_name($result,1) returns the name of the second column in the result. The first column is 0.


If you use any of the preceding functions with MySQL 4.0 or older, the function’s name begins with mysql_s rather than mysqli_.


2. Send E-Mail Top

PHP provides a function that sends e-mail from your PHP program. The format is

mail(address,subject,message,headers);

These are the values that you need to fill in:

  • address : The e-mail address that will receive the message.

  • subject : A string that goes on the subject line of the e-mail message.

  • message : The content that goes inside the e-mail message.

  • headers : A string that sets values for headers.
    For instance, you might have a headers string as follows:
    “From: member-desk@petstore.com\r\nbcc: mom@hercompany.com”
    The header would set the From header to the given e-mail address, plus send a blind copy of the e-mail message to mom.



The following is an example of PHP statements that you can use in your script to set up and send an e-mail message:

$to = “janet@valade.com”;
$subj = “Test”;
$mess = “This is a test of the mail function”;
$headers = bcc:techsupport@mycompany.com\r\n
$mailsend = mail($to,$subj,$mess,$headers);


Sometimes you might have a problem with your e-mail. PHP has a configuration setting that must be correct before the mail function can connect to your system e-mail software. The default is usually correct, but if your e-mail doesn’t seem to be getting to its destination, check the PHP configuration mail setting by looking for the following in the output of phpinfo():

Sendmail_path (on Unix/Linux)
SMTP (on Windows)


You can change the setting by editing the php.ini file. Look for the following lines:

[mail function]
; For Win32 only.
SMTP = localhost
; For Win32 only.
sendmail_from = me@localhost.com
; For Unix only.
;sendmail_path =


Windows users need to change the first two settings. The first setting is where you put the name of your outgoing mail server. However you send e-mail — using a LAN at work, a cable modem at home, an ISP via a modem — you send your mail with an SMTP server, which has an address that you need to know. If you send directly from your computer, you should be able to find the name of the outgoing mail server in your e-mail software. For instance, in Microsoft Outlook Express, choose Tools➪Accounts➪Properties and then click the Servers tab. If you can’t find the name of your outgoing mail server, ask your e-mail administrator for the name. If you use an ISP, you can ask the ISP. The name is likely to be in a format similar to the following:

mail.ispname.net

The second setting is the return address sent with all your e-mail. Change the setting to the e-mail address that you want to use for your return address, as follows:

sendmail_from = Janet@Valade.com

The third setting is for Unix users. The default is usually correct. If it doesn’t work, talk to your system administrator about the correct path to your outgoing mail server. This setting usually refers to Linux as well. Don’t forget to remove the semicolon at the beginning of the lines. The semicolon makes the line into a comment, so the setting isn’t active until you remove the semicolon.


3. Use PHP Sessions Top

The functions to open or close a session follow.

session_start(); session_destroy();


4. Stop Your Program Top

Sometimes you just want your program to stop, cease, and desist. Two functions do this: exit() and die(). Actually, these are two names for the same function, but sometimes it’s just more fun to say “die.” Both print a message when they stop if you provide one. The format is:

exit(“message string”);

When exit executes, message string is output.


5. Handle Arrays Top

Arrays are useful in PHP, particularly for getting the results from database functions and for form variables.

array(); extract(); sort(); asort();
rsort(); arsort(); ksort(); krsort();


Here are some other useful functions:

  • array_reverse($varname) : Returns an array with the values in reverse order.

  • array_unique($varname) : Removes duplicate values from an array.

  • in_array(“string”,$varname) : Looks through an array $varname for a string “string”.

  • range(value1,value2) : Creates an array containing all the values between value1 and value2. For instance, range(‘a’,’z’) creates an array containing all the letters between a and z.

  • explode(“sep”,”string”) : Creates an array of strings in which each item is a substring of string, separated by sep. For example, explode(“ “,$string) creates an array in which each word in $string is a separate value. This is similar to split in Perl.

  • implode(“glue”,$array) : Creates a string containing all the values in $array with glue between them. For instance, implode(“, “,$array) creates a string: value1, value2, value3, and so on. This is similar to the join function in Perl.



There are many more useful array functions. PHP can do almost anything with an array.


6. Check for Variables Top

Sometimes you just need to know whether a variable exists. These functions can be used to test whether a variable is currently set:

isset($varname); // true if variable is set
!isset($varname); // true if variable is not set
empty($varname); // true if value is 0 or is not set



7. Format Values Top

Sometimes you need to format the values in variables. The function sprintf() allows you to format any string or number, including variable values. The general format is:

$newvar = sprintf(“format”,$varname1,$varname2,...);

where format gives instructions for the format and $varname contains the value(s) to be formatted. format can contain both literals and instructions for formatting the values in $varname. In addition, a format containing only literals is valid, such as the following statement:

$newvar = sprintf(“I have a pet”);

This statement outputs the literal string. However, you can also add variables, using the following statements:

$ndogs = 5;
$ncats = 2;
$newvar = sprintf(“I have %s dogs and %s cats”,$ndogs,$ncats);


The %s is a formatting instruction that tells sprintf to insert the value in the variable as a string. Thus, the output is I have 5 dogs and 2 cats. The % character signals sprintf that a formatting instruction starts here. The formatting instruction has the following format:

%pad-width.dectype

These are the components of the formatting instructions:

  • % : Signals the start of the formatting instruction.

  • pad : A padding character used to fill out the number when necessary. If you don’t specify a character, a space is used. pad can be a space, a 0, or any character preceded by a single quote (). It’s common to pad numbers with 0 — for example, 01 or 0001.

  • - : A symbol meaning to left-justify the characters. If this isn’t included, the characters are right-justified.

  • width : The number of characters to use for the value. If the value doesn’t fill the width, the padding character is used to pad the value. For instance, if width is 5, pad is 0, and the value is 1, the output is 00001.

  • .dec : The number of decimal places to use for a number.

  • type : The type of value. Use s for most values. Use f for numbers that you want to format with decimal places.


Some possible sprintf statements are:

sprintf(“I have $%03.2f. Does %s have any?”,$money,$name);
sprintf(“%’.-20s%3.2f”,$product,$price);


The output of these statements is

I have $030.00. Does Tom have any?
Kitten.............. 30.00



8. Compare Strings to Patterns Top

The following functions use regular expressions to find and sometimes replace patterns in strings:

  • ereg(“pattern”,$varname) : Checks whether the pattern is found in $varname. eregi is the same function except it ignores uppercase and lowercase.

  • ereg_replace(“pattern”,”string”,$varname) : Searches for pattern in $varname and replaces it with string. eregi_replace is the same function except it ignores uppercase and lowercase.




9. Find Out about Strings Top

Sometimes you need to know things about a string, such as its length or whether the first character is an uppercase O. PHP offers many functions for checking out your strings:

  • strlen($varname) : Returns the length of the string.

  • strpos(“string”,”substring”) : Returns the position in string where substring begins. For instance, strpos(“hello”,”el”) returns 1. Remember that the first position for PHP is 0. strrpos() finds the last position in string where substring begins.

  • substr(“string”,n1,n2) : Returns the substring from string that begins at n1 and is n2 characters long. For instance, substr(“hello”,2,2) returns ll.

  • strtr($varname,”str1”,”str2”) : Searches through the string $varname for str1 and replaces it with str2 every place that it’s found.

  • strrev($varname) : Returns the string with the characters reversed.



Many more string functions exist. See the documentation at www.php.net.


10. Change the Case of Strings Top

Changing uppercase letters to lowercase and vice versa is not so easy. Bless PHP for providing functions to do this for you:

  • strtolower($varname) : Changes any uppercase letters in the string to lowercase letters

  • strtoupper($varname) : Changes any lowercase letters in the string to uppercase letters

  • ucfirst($varname) : Changes the first letter in the string to uppercase

  • ucwords($varname) : Changes the first letter of each word in the string to uppercase




Hosting without shell ? Here is the solution...

Usually if you host your site somewhere, they did not give you a shell. Shell is something you can play with commands to do something, usually it's via SSH.

I think it is very useful since I need to soft link something (because I don't want any duplicate files, they will waste my hosting quota), file operation (copy, move, delete, rename), CHMOD, download easily using wget (web host has good internet connection, so it's faster to download files directly from shell rather than download the files manually and upload to your hosting account), compressed file operation (unzip, gunzip, tar, bunzip) or something silly like checking out the available hard drive space (sometimes I need this too, to ensure that they have enough space for me). Or basicly, you want to run any UNIX Commands to manage your hosting.


I know that they provide file manager from cpanel (or anything that available for you). And this file manager has most function above. They think it's enough. But wait... can you download files to your hosting account directly using file manager ? can you gunzip, tar, bunzip using your file manager ? usually file manager only provides unzip.

And if the hosting company gives you shell access, you will be charged more. I give you a solution for you to have a shell without paying a dime. And it's very easy because it's web-based. You don't need any SSH Client at all. Just run your browser and do all shell operation from there.

Web-Based Shell

This small php script looks like Linux shell console and allows you to execute shell commands w/o the need of ssh access.

You can get it from GScripts.Net

Hosting tanpa shell ? Ini dia solusinya....

Biasanya jika anda berlangganan web hosting, anda tidak akan diberikan shell account. Shell adalah sesuatu yang anda bisa bermain-main dengan perintah untuk mengerjakan sesuatu, biasanya via SSH.

Saya kira akan sangat berguna apabila saya butuh untuk membuat soft link dengan perintah ln -s (karena saya tidak menginginkan adanya file yang duplikat, akan membuat penuh quota saja), operasi file (copy, move, delete, rename), CHMOD, download dengan mudah dengan perintah wget (biasanya perusahaan web hosting mempunyai koneksi internet yang sangat bagus, jadi akan lebih cepat apabila mendownload secara langsung dari shell daripada mendownload file secara manual dan baru kemudian mengupload file itu), kompresi file (unzip, gunzip, tar, bunzip) atau perintah konyol untuk memeriksa sisa harddisk web hosting (kadang saya butuh ini juga, untuk memastikan mereka memberikan space yang cukup untuk saya). Atau gampangnya, anda ingin menjalankan perintah UNIX untuk manajemen hosting anda.

Saya tahu kalau web host biasanya menyediakan file manager dari cpanel (atau apapun yang tersedia untuk anda) dan file manager ini mempunyai sebagian besar fungsi besar di atas. Mereka pikir itu sudah cukup. Tapi tunggu dulu.. bisakah anda mendownload file langsung ke account hosting anda menggunakan file manager ? bisakah anda melakukan gunzip, tar, bunzip menggunakan file manager ? biasanya file manager hanya menyediakan unzip.

Kalaupun perusahaan web hosting anda memberikan anda akses shell, anda akan diharuskan membayar lebih. Saya berikan anda solusi untuk dapat mengakses shell tanpa harus membayar sepeser pun. Dan sangatlah mudah karena web-based. Anda tidak akan memerlukan SSH Client. Jalankan saja browser anda dan jalankan semua perintah shell.

Web-Based Shell

Script php yang sangat kecil ini terlihat seperti console shell Linux dan memperbolehkan anda menjalankan perintah shell tanpa memerlukan akses ssh.

Anda bisa mendapatkannya melalui GScripts.Net

Copyright

Menurut wikipedia :

Hak cipta (lambang internasional: ©) adalah hak eksklusif (yang diberikan oleh pemerintah) untuk mengatur penggunaan hasil penuangan gagasan atau informasi tertentu. Pada dasarnya, hak cipta merupakan "hak untuk menyalin suatu ciptaan". Hak cipta dapat juga memungkinkan pemegang hak tersebut untuk membatasi penggandaan tidak sah atas suatu ciptaan. Pada umumnya pula, hak cipta memiliki masa berlaku tertentu yang terbatas.

Hak cipta berlaku pada berbagai jenis karya seni atau karya cipta atau "ciptaan". Ciptaan tersebut dapat mencakup puisi, drama, serta karya tulis lainnya, film, karya-karya koreografis (tari, balet, dan sebagainya), komposisi musik, rekaman suara, lukisan, gambar, patung, foto, perangkat lunak komputer, siaran radio dan televisi, dan (dalam yurisdiksi tertentu) desain industri.


Yang saya ingin bantah di sini adalah soal hak cipta buku, tulisan, atau karya yang berhubungan dengan agama. Saya rasa apapun yang berhubungan dengan agama pantas dan lebih baik disebarluaskan secara bebas, malah saya bisa katakan itu hukumnya wajib. Kalaupun ada tulisan copyright bla bla dilarang mengutip sebagian atau seluruh isi buku ini tanpa seijin penulis di suatu buku agama, saya yakin yang menulis senang apabila karyanya disebarluaskan tanpa harus ada embel-embel copyright yang ternyata ujung-ujungnya hasil penjualan buku tersebut alias duit. Maaf apabila saya terlalu kasar...

Ide nekad ini bukan asal ide ngawur saja. Saya bisa bilang bahwa suatu ilmu agama tidak berhubungan sama sekali dengan penghargaan terhadap intelektualitas seseorang, karena semuanya berasal dari Allah. Kalau seorang penulis buku tentang ajaran agama marah-marah karena tulisannya dikutip sembarangan, patut dipertanyakan motivasi beliau menulis, beliau ingin berdakwah atau sekedar mencari uang ? Apabila beliau menerbitkan buku, saya rasa itu hanya untuk awalan penyebarluasan tulisan beliau. Toh, bagaimana mungkin publik akan mengetahui tulisan beliau apabila tidak diterbitkan dalam sebuah buku.

Jangan salah membaca tulisan saya ini. Scope dari tulisan ini adalah tentang hasil karya yang berhubungan dengan agama... Wujud fisiknya bisa berupa buku, sekedar buletin, majalah, website, vcd, dan lain sebagainya.

Saya rasa pemerintah perlu membenahi aturan Hak Cipta. Atau.. tanpa dibenahi pun, saya yakin para penulis tidak akan menggugat. Paling-paling yang ribut perusahaan penerbitan atau percetakannya saja.

Privacy Policy

I respect your privacy and I am committed to safeguarding your privacy while online at this blog. The following discloses the information gathering and dissemination practices for this blog.

Visitors Tracking



This includes internet protocol (IP) addresses, browser type, internet service provider (ISP), referring/exit pages, platform type, date/time stamp, and number of clicks to analyze trends, administer the site, track user's movement in the aggregate, and gather broad demographic information for aggregate use. IP addresses, etc. are not linked to personally identifiable information.

Cookies



A cookie is a piece of data stored on the user's computer tied to information about the user. This blog doesn't use cookies. However, Some of business partners use cookies on this blog (for example, advertisers). However, I have no access to or control over these cookies. If you wish to disable cookies, you may do so through your individual browser options.

Links


This blog contains links to other sites. Please be aware that I am not responsible for the privacy practices of such other sites. I encourage users to be aware when they leave this blog and to read the privacy statements of each and every Web site that collects personally identifiable information. This privacy statement applies solely to information collected by this blog.

Advertisers


I am using outside ad companies to display ads on this blog and this blog's feed. These ads may contain cookies and/or web beacons to collect data in the ad serving process and are collected by our ad companies, and I do not have access to this information. I am working with the ad company Google Adsense, Bidvertiser, and some other affiliations. Please check their websites for respective privacy policies.

Contact


If you have any questions or suggestions regarding this privacy policy, you can write a comment here.

Muhasabah

Maha Suci Allah, Segala Puji Bagi Allah, Allah Maha Besar

Alangkah indah jika diri mampu mengisi setiap hembusan nafas dengan bertasbih,
Sebelum terbitnya fajar, sebelum terbenamnya sang mentari…

Alangkah bertuah diri ini jika hingga ke akhir hayat kita dalam dzikrullah,
Bibir yang basah dengan syahadat menjadi penyudah melangkah ke gerbang barzah….

Seiring denyutan nadi, terpancar rohani, tenggelamnya diri dalam dzikrullah, tibanya hari muhasabah diri, tundukkan hati, bersujud bersunyi.

Sesungguhnya apa yang lebih berarti bagi insani melainkan hanya mengharap limpah ridho-Nya….