Tuesday, January 13, 2009

Internet oh internet...

Internet adalah suatu bagian dari kehidupan dunia yang masih baru. Bukti yang paling otentik adalah banyak orang di pinggir jalan yang tidak tahu.

Padahal pernah saya coba menggalakkan program "ayo ngeblog" secara offline tapi tidak sukses karena sebagian besar masyarakat belum menyadari pentingnya internet.

Saya sudah coba menceritakan bagaimana saya memberi nama anak, bagaimana saya menemukan resep roti panada dan kemudian jualan, dan saya juga menemukan cara memperbaiki kualitas susu kedelai yang kami produksi sendiri sekaligus tips berjualan door to door, dan lain sebagainya, banyak sekali manfaat internet. Dan dua hari terakhir kami menikmati brownies kukus buatan sendiri yang resepnya kami dapat dari internet juga.

Cukup prihatin juga ketika menyaksikan warnet penuh dengan pengunjung tapi sedikit sekali yang benar-benar memanfaatkannya untuk hal yang positif dan membangun.

Ketika saya tanyai (dengan alasan untuk survey) apa saja yang diakses, peringkat pertama adalah situs social networking semacam friendster. Peringkat kedua adalah email yang sebagian besar masih menggunakan email gratisan semacam yahoo mail. Peringkat ketiga adalah chatting, yang terbanyak via yahoo messenger.

Peringkat selanjutnya adalah situs porno. Ini tidak mengejutkan bagi saya. Sebagai remaja dengan nafsu yang membara dan tidak tersalurkan, internet menjadi alternatif baru bagi mereka. VCD sudah ketinggalan jaman dan terlalu mudah ketahuan (malu gitu loh ! Alhamdulillah masih punya rasa malu...).

Bahkan saya sering menjumpai sepasang mahasiswa sedang asyik pangku-pangkuan di bilik warnet. Ditambah dengan dukungan "tutup mata" dari para pengelola warnet yang membuat kabin tertutup dengan alasan privasi.

Bagi para pengelola situs, menyediakan content perusak akhlak dapat membuat situsnya menjadi cepat terkenal. Dan biasanya para pemilik situs tersebut akan saling bertukar link sebagai media promosi sekaligus menaikkan pagerank dan posisi di search engine.

Content bajakan juga menjadi komoditi yang sangat laku baik secara offline maupun online. Saya pernah bertemu orang yang mempunyai account premium di rapidshare agar dia menjadi mudah mendownload film untuk kemudian dijual seharga Rp. 3000 per file ke rental.

Berbicara soal akhlak dan moral, kita tidak bisa mengharapkan semua orang (termasuk diri kita sendiri) untuk kontrol diri. Bantulah orang lain juga untuk itu. Pada kasus pelecehan seksual yang terjadi akibat penumpukan hasrat karena sering melihat artis ber-porno-aksi, sang artis hanya berkilah "Ah, itukan tergantung orangnya..", dan bahkan kyai terkenal pun ikut membela si artis.

Keterlaluan jika kita menyalakan api tanpa menyadari suhu sekeliling akan menjadi panas.

2 comments:

haniifa said...

Ada 1000 jalan syaithan untuk menggelincirkan manusia, dan hanya 1 (satu) jalan yang lurus yaitu mengikuti Sunatullah dan Sunahrasul.

Salam Hangat, Haniifa.

Enade said...

Pernah mudah toch Pak?

He..he..he..